pioneer-cdj-2000nxs-596998

[DJ Tutorial] 4 Cara Transisi Lagu dengan BPM yang berbeda jauh

Artikel ini juga dimuat di VirKillstore virkillstore review

Ada kalanya kita berada dalam situasi dimana kita pelru mengganti BPM secara drastis. Dari 128 ke 140 misalnya, atau dari 150 ke 80 bpm.

Salah satu pendekatan yang paling umum digunakan oleh DJ adalah menentukan berapa BPM yang akan mereka gunakan sepanjang show dan hanya bermain di kisaran itu. Tergantung musik yang dimainkan, kebanyakan house music berada di 128 bpm dengan variasi 123 hingga 130. Drum and bass di atas 160, dubstep dan banyak EDM berada di 140. Sementara hip hop bervariasi di kisaran 95-105. Mengganti BPM secara drastis tidak mudah dilakukan, dan beresiko merusak mood dance floor. Transisi harus sehalus mungkin dan tetap mempertimbangkan bagaimana crowd akan bereaksi.

Namun jika kamu ingin bereksperimen dengan banyak genre, membuat permainanmu menjadi lebih variatif dengan BPM yang bervariasi ada beberapa trick berikut yang cukup umum dan bisa digunakan untuk itu:

1. Cut/Slam

Image
Crossfader digeser secara cepat (slam) untuk menghentikan suara di deck A dan diganti suara deck B.

Beberapa menyebutnya Hip Hop slam, secara sederhana adalah menggeser crossfader secara cepat untuk pindah ke deck lainnya. Suara deck 1 hilang, suara deck 2 langsung terdengar. Ini banyak digunakan di banyak Hip Hop DJ karena berbeda dengan house musik yang memiliki beat/ritme senada, hip hop memiliki sangat banyak variasi yang tidak selalu cocok digabungkan. Tehnik ini tidak bisa digunakan begitu saja, kita harus bereksperimen dan hafal lagu mana cocok di cut dengan lagu apa, pada bagian mana, dan seterusnya. Disarankan dilakukan di bagian yang tidak memiliki beat sama sekali sehingga kecil kemungkinan tabrakan/trainwreck.

Jika kamu ingin menggunakan hal ini ada baiknya untuk mengenal struktur lagu EDM secara umum dimana ada breakdown, build up, intro, outro, peak 1, peak 2. Cut/slam bisa dengan aman dilakukan pada Breakdown.

Cut/slam juga bisa digabungkan dengan simple scratching (baby scracth), atau sample trigger seperti suara turntable rewind, atau bahkan horn dan dilanjutkan lagu berikutnya. Ingat, ini trik paling mudah sekaligus paling berbahaya jika digunakan tidak pada tempatnya.

2. Delay freeze (Traktor)

Ini dipopulerkan oleh Ean Golden. Prinsip kerjanya adalah membiarkan track pertama berhenti dengan delay yang terus menerus, stop track lalu jalankan track ke dua. Tempo delay pertama akan secara otomatis mengikuti tempo track ke dua dan menghasilkan efek transisi yang halus. Caranya sebagai berikut:

Image

– Rubah effect panel yang mempengaruhi track pertama menjadi single mode (ada di preference> effect> FX panel mode), pilih efect ‘delay’, aktifkan tombol ke dua.

– Pastikan dry/wet 100%, filter 50%, feedback 50%, dan rate 1/8. Selain dry/wet kamu bisa bereksperimen dengan valuenya nanti untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Cara penggunaannya adalah: Pada saat track pertama akan dihentikan, aktifkan effect, jalankan track ke dua, hentikan track pertama. Bagian dari lagu pertama akan bertidak seperti echo yang mengikuti tempo lagu ke dua.

3. Menggunakan BPM Transition Track

Ini adalah cara paling aman untuk mengganti tempo drastis dengan catatan kamu sudah menguasai beatmatching manual. Jika kamu bisa membuat musik remix sendiri, kamu bisa membuat remix lagu yang berawal di BPM tertentu dan berakhir di BPM yang lain. Cara lain adalah mendapatkan lagu transisi yang terdapat di beberapa website DJ. Berikut adalah salah satu contoh lagu transisi tempo dari 128 ke 100. Berguna untuk lagu house secara umum berada di range 123-130 ke hip hop atau twerk di kisaran 100 BPM.

http://www.mediafire.com/listen/cza67f4561i2mio/DJ_SNake_-_Turn_Down_For_What_(BeatBreaker_Transition_128-100).mp3

Contoh diatas, lagu dimulai di 128 dan berakhir di 100. Tapi ingat, software DJ hanya akan mendeteksi lagu ini sebagai 128 atau 100 dan bahkan kadang tidak keduanya. Kita perlu abaikan angka BPM yang terdeteksi oleh software dan melakukan beatmatching hanya dengan telinga kita.

4. Tempo Fader + Double/divide tempo.

Cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan tempo fader ditambah fitur double/divide tempo. Seperti kita ketahui, tiap kontroller umumnya memiliki tempo fader yang memiliki range yang bisa disetting. Misalnya kita ingin mixing lagu dengan tempo 155 ke 85. Lakukan tahap berikut:

Image

– Pastikan tombol sync tidak aktif, naikkan lagu pertama dari 155 hingga 160 dengan tempo fader.

– Tekan tombol “/2″ sehingga bpm akan terbaca 80 bpm.

– Naikkan dengan tempo fader ke 85 bpm.

– Aktifkan tombol sync jalankan track ke dua.

Dengan tehnik seperti ini kita bisa memulai set dengan 100 bpm, naik perlahan hingga 128, naik hingga 130, 140, 155 dan kemudian dibagi dua, mulai lagi dari 75, hingga kembali lagi ke 100. Secara prinsip menggapai semua range BPM secara halus.

Semua trick diatas tentu perlu dilatih terus menerus untuk mendapatkan hasil yang baik. Kondisi di panggung/booth DJ umumnya terlalu banyak distraction sehingga kita bisa lupa dan melakukan kesalahan. Jadi latihlah terus menerus, perbanyak jam terbang, perhalus transisi dan selalu awasi dan pelajari perubahan mood dance floor.

Cheers!

-VirKill-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s