Rubiks Original vs Rubik DIY vs Type D

Ketiga jenis cube ini adalah speedcube yang paling banyak beredar dan digunakan oleh para speedcuber Indonesia. Banyak diantara rekan rekan yang baru mengenal dunia speedcubing merasa bingung dengan penggunaannya dan mana yang harus mereka gunakan. Berikut ini saya coba ulas perbedaannya :

1. Rubiks Original

Memilih Rubiks original untuk Rubik pertama anda adalah pilihan paling aman. Rubiks original memiliki daya tahan yang baik dan awet (kecuali stickernya). Setelah anda mengeluarkannya dari pembungkusnya sesaat setelah anda membelinya, cube tersebut akan terasa agak susah diputar. Hal ini wajar karena memang merupakan karakteristik rubiks original. Dengan pemakaian Normal, Rubik akan enak digunakan setelah 1-2 bulan.  Jangan lupa lakukan lubrikasi dengan menggunakan pelumas berbahan dasar silikon (cair/gel). Anda bisa menemukan merek, chainlube, waxco, CRC, dll. Sebisa mungkin hindari WD40, vaselin, petroleum jelly, dan semua pelumas yang berbahan dasar minyak. Anda bisa menemukan pelumas silikon di bengkel besar dan carrefour.  Anda bisa melakukan treatment pada rubiks original yang baru dibeli dengan tekhnik breaking yang dikenalkan oleh pestvic. Dengan tekhnik ini anda bisa mendapatkan cube yang enak digunakan dalam waktu 10 hingga 15 menit. Beberapa orang menganggap tekhnik ini sedikit ‘brutal’. Namun saya sendiri sering menggunakannya pada Rubiks Orisinil yang saya miliki. Hasilnya, Rubiks memiliki cutting corner yang baik namun sekaligus tidak mudah Pop.

Keunggulan dari rubiks original adalah, kualitas plastiknya, ketahanannya, tidak mudah pop out, sangat bagus untuk melatih fingertrick secara benar, serta melatih power jari jari kita.

Kelemahannya terletak pada putarannya yang relatif lebih berat dari jenis lain (tergantung umur dan lubrikasi), dan stickernya yang mudah mengelupas setelah 1-2 bulan. Untuk mengatasi masalah sticker ini anda bisa mengganti dengan sticker original yang berdaya tahan sedikit lebih awet daripada sticker bawaan, menggunakan sticker scotlight untuk motor (dijual per inchi), atau yang terbaik, menggunakan replacement sticker bermerek cubesmith.

Kesimpulan: Speedcuber seharusnya memiliki Rubik jenis ini, atau setidaknya pernah menggunakannya. Hal ini bagus untuk melatih jari jari kita dan Rubiks Original akan mengikuti style permainan kita. Banyak speedcuber sub 15 yang masih menggunakan Rubiks Original daripada DIY.

2.3x3x3 cube DIY type D

Semua cube DIY mulai dari type A hingga F  sebenarnya adalah model bajakan dari originaRubik’s 3x3x3. Bagi anda yang belum tahu, DIY merupakan singkatan dari Do it Yourself. Cube jenis ini memungkinkan anda untuk merakit sendiri dan mengatur kelonggaran cube karena centercapsnya bisa dibuka dan disetting screw dan springnya. Berdasarkan penuturan dari mereka yang menggunakannya, type D adalah yang paling bnagus untuk speedsolve. Beberapa diantaranya menganggap type A sekelas dengan type D. Dalam kondisi screw dikencangkan maksimal, cube masih bisa digerakkan dengan lancar.

Keunggulan cube jenis ini adalah cutting cornernya yang sangat bagus. Meskipun saya pribadi berpendapat bahwa cuber dengan fingertrick yang benar tidak akan terlalu bergantung pada kemampuan cubenya melakukan cutting corner.  Dengan terlalu bergantung pada cutting corner akan menyulitkan kita untuk menggunakan cube berukuran besar.

Kelemahannya terletak pada gampangnya mereka pop out.

3. Rubiks DIY

Cube jenis ini sayangnya kurang mendapat perhatian dari banyak cuber. Rubik jenis ini kurang populer di Eropa mengingat Rubiks.com bahkan tidak mempromosikan melalui webnya. Rubiks DIY banyak digunakan oleh japanese cuber dan seperti yang kita ketahui, mereka sangat cepat. Jika dilihat sekilas, Rubiks DIY seolah terbuat dari materi yang kurang berkualitas, terkesan tipis, dan bahkan centercapsnya sangat mudah lepas. Disamping itu, merakit Rubiks DIY tidak semudah merakit cube DIY type D.  Berikut ini adalah tips merakit Rubiks DIY:

1. Sebelum merakit, jika anda cukup sabar, perhatikan masing masing potongan. jika ada sedikit sisa plastik yang menonjol, haluskan dengan compound atau amplas yang halus.

2. Rakit screw, spring dan center pada core. Sisakan ruang 1-2 milimeter lakukan hingga keenam sisinya terpasang. Pastikan sisa jarak core dan centerpiece sama di setiap sisi.

3. Pasang edge dan corner hingga tersusun sepenuhnya tanpa centercaps, lalu testlah putarannya. Ingat bahwa Rubik DIY memiliki putaran yang sangat ringan, abaikan perasaan ini pada saat anda melakukan tuning. Pengencangan screw hanya diperlukan jika terjadi pop. Setelah anda mendapatkan kadar yang sesuai, tempelkan centercapsnya dengan bantuan dobeltape (disarankan) atau blue tack jika ada. Blue tack akan menambah volume Rubiks DIY yang terasa ringan. Jika anda terbiasa memegang RUbiks original dan kurang suka dengan RUbiks DIY yang ringan, anda bisa menggunakan bluetack untuk merekatkan centercapsnya.

3. Test rubik anda dengan gerakan cepat, terutama alogaritma permutasi yang paling anda hafal seperti PLL T atau Y. Jika terjadi pop dengan sangat mudah dan anda yakin itu bukan karena kesalahan fingertrick anda, maka buka kembali centercaps dan setting kembali. Setelah itu, anda bisa membongkarnya kembali untuk melakukan lubrikasi dengan silikon semprot. Setelah cukup kering anda bisa merakitnya kembali dan menempelkan stickernya.

Rubiks DIY sangat ringan putarannyadibanding semua jenis cube yang ada.  Yang secara mengherankan tidak mudah pop jika dibanding dengan RUbik DIY type D dan type2 yang lain. Sekali jari anda terbiasa dengan RUbiks DIY anda akan mampu bergerak dengan sangat cepat. Rubiks jenis ini paling berisik dibanding jenis lain dan berharga relatif lebih mahal.

Kesimpulan: Rubiks DIY merupakan cube terbaik sejauh ini dilihat dari aspek cutting corner, keringanan putaran dan kadar pop. Nanun Rubik jenis ini baru bisa bekerja secara optimal dengan fingertrick yang benar.

35 pemikiran pada “Rubiks Original vs Rubik DIY vs Type D

  1. salut ma sharing2 pengetahuan dan skill cube anda…

    mo nanya Bro, finger trick yang benear bisa didapat dari mana ya??
    ada file .doc ato yutup-nya mungkin?

    thx bgt, newbie di sini
    (baru 5 hari punya cube :D)

  2. Halo Virkil, Halo Galuh, Halo semuanya… Bantuin gw dong, bingung nih.. Bedanya cube dari Rubik’s ama Eastsheen, bagus nyang mana?
    Saya cari info di rubiks.com, Rubik’s punya 2×2, 3×3, 4×4, 5×5. Eastsheen punya 2×2, 4×4, 5×5. Kenapa yaa Eastsheen gak ngeluarin 3×3? (ada ga sih..) Nah yang terakhir, menurut teman-teman enak maen yang Rubik’s atau yang Eastsheen? Thanks..

  3. Menjawab pertanyaan rekan rekan

    @galuh
    Terimakasih Mas Galuh, semoga speedcubing di Indonesia bisa semakin seru dan menyenangkan dengan banyaknya teman2 yang tertarik dengan speedcubing.

    Untuk fingertrick paling baik belajar dari youtube, banyak video disana. Cukup ketikkan kata ‘fingertrick’ di searchbar, anda akan menemukan puluhan tutorial yang menarik.

    @Asep:
    Untuk cube 3x3x3 hingga saat ini belum ada yang menemukan sistem mekanis yang lebih baik dari sitem mekanis milik RUbiks 3x3x3. Oleh karena itu mereka tidak bisa membuat RUbiks 3x3x3 secara baik dan legal. Cube 3x3x3 yang bermerek bukan rubiks saat ini bisa dibilang ilegal karena hak patennya dipegang oleh Rubiks.com. Itulah alasan mengapa perusahaan sebesar eastsheen dan v-cube tidak membuat cube 3x3x3.

    Untuk 2x2x2,4x4x4,dan 5x5x5 eastsheen, rubiks, dan v-cube memiliki sistem mekanik yang berbeda, olehkarena itu mereka bisa membuat dan menjualnya tanpa terkendala masalah hak cipta.

    Untuk 4x4x4 Easheen lebih baik karena berdimensi relatif sama dan lebih mudah diputar. Namun kualitas plastik dan tampilannya lebih baik RUiks 4x4x4 menurut saya. Untuk 5x5x5 milik eastheen sangat kecil. Ukurannya hampir sama dengan rubik’s 3x3x3 sehingga menyulitkan jari meskipun putarannya sangat mudah.

    Merferts 4x4x4 belum dijual di indonesia, cube ini sangat bagus dan bisa menjadi alternatif meskipun agak keras pada awalnya. Pemegang rekor dunia 4x4x4 Erik Akkersdijk menggunakan merek ini.

  4. Thanks Infonya Virkill.. Nanya lagi nih, di forum jogya ada yang bilang katanya 3x3x3 DIY lebih enak putarannya kalo setingannya pas, kalo rubik’s agak seret di awal-awal (padahal udah di lubrikasi). Untuk speedcubing enaknya pake yang ori atao pake yang DIY?

  5. @Rubik ori sangat bagus untuk latihan fingertrick dan melatih kekuatan tangan. Jika pengen serius di speedcubing, mulailah dengan rubik ori, setelah fingertricknya terbentuk, baru ganti ke DIY. Soalnya kalau langsung ke DIY, hasilnya gak maksimal dan sering pop.

  6. Rubik DIY tampilan fisiknya sama kyk Rubiks Ori, baru kerasa perbedaannya kalau udah dipegang dan diputer. Jauh lebih ringan dan smooth, malah buat orang terlalu ringan. bagi yang fingertricknya belum bener, gampang POP.

    Ane make Fridrich dengan 2 look OLL…cukup untuk sub 20s.

  7. Nanya Lagi.. (maklum newbie berumur 1 minggu) kalo ngeliat di Wikipedia ternyata metode solve banyak banget yak.. bisa dibahas gak satu-satu buat para Newbie.. hehehe.. thanks Quick Tutorial yang di Virkill.com mencerahkan..

  8. wadu………
    wa uda hapal bnyk oll masi sub 35 gt….
    gwt….
    btw kamu bisa roux method???
    maklum wa pingin belajar…
    tapi websitenya wa g ngerti di orient dan g ada video yg ajarin roux method

  9. @willy:
    35 detik? udah berapa lama latihan? asal rutin latihan bisa sub 20 sebenernya..
    saya masih 50 detik-an..
    Nggak ikut Indonesia Open mas?

  10. wa mulai main rubik sejak bulan kr2 bulan oktober kemarin….
    terpengaruh teman wa….
    wa pingin ikut…
    30 agustus kan???
    masalahnya wa masi smp2…
    hhha

  11. @willy keren,,, masih SMP dah jd speed cuber

    salut2 Nak…
    ntar jadi penerus Abel, Virkill dkk ya…

    :beer:

  12. bro, nanya.. sebenarnya DIY type D ada berapa macem?? kok di sini ada 2nd generation, kl di youtube type D harusnya punya core warna hitam… yang disini warna putih.. kl di luar ada sebutan yuga buat DIY type D.. yang mana lagi in yah?

  13. salam speedcuber bro,

    gua mau nanya kalo 3×3 ori ada gag lubrikasi yang khusus dari rubik’s.com?
    trus gua mau nanya lagi, bisa gag jelasin method Fridrich ma F2L. Kalo bisa ya di bahas abis2an, maklum gua jg pingin bisa sub 20s

  14. Ada caranya bro, coba simak ulasan how to become speedcuber di blog ini. Kamu bisa mulai mengetahui apa itu 2 look PLL dari virkill.com

  15. @ virkill : mas, mo tanya nee….apa bedanya ya 2 look PLL ato 2 look OLL ama full OLL ato full PLL ??

    jawab yoo…
    thanks

  16. @hillkid

    kalo 2 look PLL itu yang pake R’ F R’ B2 R F’ R’ B2 R2 (Mungkin)
    yang 2 look OLL ane jg msih bingung
    yang full OLL mungkin semua OLL digunakan (57)
    yang full PLL mungkin digunakan semuanya juga (21)

    @Virkill
    mas gimana ya cara melatih fingertrick kiri sama Fridrich F2L .. melatih fingertrick kiri susah amet soalnya kebiasaan kanan.. kalo fridrich F2L mas punya tutorialnya gak? keliatannya ribet amet .. ty

  17. 2-look OLL tuh bikin salib dulu baru mengorientasikan semua last layer. 2- Look PLL tuh permutasi corner dulu baru abis itu permutasi edge. Mas Virkill, mau beli Rubiks DIY original dirakitin, break and lumas kirim ke Pekanbaru bisa ga?

  18. Mas Virkill, Rubiks DIY bli dmn?? Kalo sub 20s itu biasany pke cara apaan?? averageku masi 45s ni… pengen bisa 25s🙂

  19. mantep bro…

    skg aq ud bisa 40an…kdg2 35 ato 38…aq pake 2look oll sama pll…

    mau tanya bro…aq punya ori,,ud kira2 sebulan,tp kok belum lancar???bole g si di lubrikasi pke kit???

  20. @hillkid
    bedanya? Lebih cepat yang full😉

    @Naufal
    Kebiasaan aja bro. Masalah tutorial. Youtube udah lengkap

    @LalaLulu
    Bisa bro, tapi barangnya lagi kosong.

    @Blog sederhana
    Lubrikasi yang aman pake waxco bro. merek lainnya ada snap, cycle, zone

    @Bril
    Bagus mana? Susah dijawab bro. Tapi lebih awet cubesmith kalau ngomongin awet enggaknya.

  21. mas, mau tanya, rubik yang khusus untuk pemain yang brutal, itu rubik yang kayak gimana…????? ,maklum baru 3 bulan punya rubik, rubik q jga yang biasa,yang bisa nyala tuh….
    saya minta jawabannya ya mas..
    thx

  22. jga mo tnya sekalian mas, klo mo ngecat rubik di mana ya
    soalnya pake stiker sering terkelupas
    thx

  23. heeeh!!!!
    agan ini “Sinung AdhiThefallen” ya???
    ane baru nyadar….. xixixi😀

    mumpung ane mampir ni, ane mo nanya gan… ane uda full PLL + 30an OLL, tapi masih sub 37s.. mungkin fingertrik ane belum mantab,
    kasih saran donk….

    nah!!! ane mo beli rubik di toko agan, agan nawarin Virkill Custom Cube, klo ga salah ada 2 macem ya??? yg atu 125rb yg atu 40an gt… bedanya apa gan?

    buat ane yg fingertriknya belum mantab lebih baik pake yg mana gan???
    ane bingung pengen Rubik ori, tapi kalo dari review2 di website laen banyak yg nyaranin VC… ane bingung gan…….
    mumpun juragannya disini, ane mo nanya sekalian aja…..😀😀

  24. mas virkill, untuk pemula seperti sy merek rubik ap yg sebaiknya sy gunakan apakak merek Rubik original, DIY at mgkn yg lain, mhn saranx. . . n mas virkill sendiri make merek ap?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s