Kevin Lin fake his 29.18 OH Solve

Kevin Lin
Kevin Lin

Ouch….lagi iseng iseng youtube walking kemarin sore, dan akhirnya melihat anak ini (sesuai judulnya) menyelesaikan seluruh rubik’s cube dalam waktu 29.18 detik. Pada awal video, dia menceritakan bahwa dia akan menyelesaikan rubik dengan tangan kirinya, meskipun ia tidak kidal. Lalu bocah 11 tahun ini memperlihatkan bagaimana dia mengacak2 rubik’s cubenya. Adegan selanjutnya, dia menyelesaikan rubik tersebut dalam 29 detik.

Ada yang janggal dengan video tersebut? Jelas. Mari kita kupas satu persatu. Kejangalan pertama adalah: Kevin seolah menyombongkan kemampuannya menyelesaikan dengan tangan kiri, meskipun ia tidak kidal. Faktanya, bagi yang sering melakukan solve dengan akan tahu bahwa tidak ada hubungan antara orientasi tangan kita dengan kemudahan yang akan kita peroleh dengan menggunakan tangan tersebut untuk melakukan solve. Hal ini terutama dikarenakan one handed solving lebih tergantung pada kebiasaan dan latihan. Bagi anda yang biasa menggunakan tangan kanan sebagai primary hand (non kidal), ketika untuk pertama kali mencoba menyelesaikan rubik dengan tangan kanan, pasti akan merasakan kaku, begitu pula dengan tangan kiri. Kelebihan dari menggunakan tangan kiri adalah mudahnya melakukan gerakan U dan R (mengingat seluruh alogaritma rubik didominasi oleh gerakan U dan R). Sementara kelebihan dari tangan kanan (bagi non kidal) adalah grip yang lebih kuat dibanding dengan tangan kiri. Intinya dalah : nyaris tidak ada hubungan antara orientasi tangan (kidal/non kidal) dengan tingkat kesulitan pada saat melakukan solving dengan satu tangan (OH).

Kejanggalan kedua. Begitu anda melihat bagaimana kecepatan jari jarinya bergerak anda akan merasakan betapa lambatnya fingertrick tersebut, yakni sekitar 0,5 tps (turn per second). Para OH speed cuber dengan sub 30 average pasti memiliki setidaknya 2 TPS. Lebih mengherankan lagi ketika pada detik ke 29 sudah solved, jika kita hitung, jumlah gerakannya tidak lebih dari 20 gerakan. Sekedar Info bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang mampu menyelesaikan rubik’s cube dalam 20 gerakan tanpa bantuan software. Rekor dunia untuk Fewest move (kontest menyelesaikan rubiks cube dengan gerakan paling sedikit tanpa menghitung waktu) dipegang oleh Guus Razoux Schultz dari Belanda dengan rekor 27 gerakan. Mengingat fakta tersebut, jelas anak ini curang.

Kejanggalan terakhir adalah, dari 4ribuan view, hanya 24 yang memberikan komentar. Kevin menset comment pada youtubenya sehingga setiap comment harus melewati approvement dia dulu sebelum terpublish. Anda bisa memperhatikan bahwa seolah para komentatornya tidak menyadari kecurangan yang dilakukan Kevin. Ia tetap tercatat sebagai anak berumur 11 tahun yang hebat.

Terlepas dari itu semua, Kevin memiliki hobi membuat rekayasa video, terlihat dari koleksi video yang ia posting. Dalam video ini ia menyebutkan menggunakan Adobe after effect dan windows movie maker. Agaknya ia lupa untuk mencatumkan cube explorer didalamnya, yang ia gunakan untuk menyelesaikan rubik’s cube dalam 20 gerakan.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s